A Jar of Minds

Collecting thoughts in a container

Hidup Sosial Tanpa Media Sosial: Bulan #2

Oke, ini merupakan postingan penutup dalam seri Hidup Sosial Tanpa Media Sosial. Sebuah tulisan refleksi sebagai kesimpulan setelah dua bulan menutup diri dari media sosial dan membuka diri untuk sosialisasi di dunia nyata. Media sosial: antara butuh dan tidak butuh Dua bulan ini membuat aku bisa memisahkan dua hal penting dari penggunaan media sosial: untuk […]

Hidup Sosial Tanpa Media Sosial: Minggu #2

Memasuki minggu kedua dari perjalanan hidup sosial tanpa media sosial, ada beberapa hal khusus yang aku lewati dalam masa-masa ini. Beberapa di antaranya berhubungan dengan kegiatan yang aku kerjakan. Password Facebook Karena tidak pernah logout dari Facebook, artinya aku tidak perlu login setiap kali membuka Facebook. Alhasil hampir setiap kali melakukan login, di perangkat lain […]

Hidup Sosial Tanpa Media Sosial: Minggu #1

Dalam perjalanan menempuh hari-hari tanpa media sosial, aku mulai menyadari beberapa hal yang terjadi dalam seminggu pertama ini. Kebiasaan membuka Facebook Setiap kali menyalakan komputer dan membuka browser, maka entah disadari atau tidak kursor mouseku dengan lincah mengeklik bookmark untuk mengakses Facebook. Ternyata alur untuk membuka Facebook sudah begitu terekam dalam memori otot tanganku. Dan […]

Bersih-Bersih Timeline Facebook

Hari ini diisi dengan bersih-bersih timeline/wall Facebook, sebagai bagian dari seri Hidup Sosial Tanpa Media Sosial. Maksud dari bersih-bersih ini ialah untuk mendefinisikan kembali fungsi timeline sebagai wall untuk bercakap-cakap dengan teman melalui Facebook. Kira-kira seperti kolom testimonial di jaman Friendster, atau wall Facebook tahun 2008-an. Saat ini timeline lebih banyak dipakai sebagai media siaran, […]

Menghapus Foto dan Video dari Facebook

Sebagai kelanjutan dari seri Hidup Sosial Tanpa Media Sosial, aku mencoba untuk menghapus seluruh konten yang “tidak sosial”. Menghapus video, terutama foto, memiliki tantangan sendiri. Foto-foto yang diposting memiliki nilai nostalgia, terutama foto yang berisi komentar. Kalau begitu mengapa dihapus juga? Karena aku mengharapkan kita bisa saling berbagi kisah, termasuk nostalgia, di dunia nyata. Menghapus […]

Unlike Everything

Dari manakah media sosial mendapatkan keuntungan? Ya, sebagian besar adalah dari iklan. Mengapa iklan di media sosial, sebut saja Facebook, begitu laris? Selain karena penggunanya yang begitu banyak, alasan lainnya adalah karena iklan tersebut bertarget. Iklan yang muncul di halaman Facebook kita sudah disesuaikan dengan minat dan kepribadian kita. Bagaimana mereka mendapatkan itu semua? Dengan […]

Hidup Sosial Tanpa Media Sosial

Aku termasuk sebagai pengguna media sosial di masa-masa awal. Kala itu media sosial masih sebatas memajang profil dan saling berkomentar mengenai si empunya profil. Sebut saja Friendster dan MySpace contohnya. Kehidupan masih terpisah dari dunia maya. Hubungan sosial jarak jauh pun terjalin melalui telepon, SMS, dan chatting. Kita saling “update”, bertukar kabar dan momen-momen yang […]