A Jar of Minds

Collecting thoughts in a container

Harga KFC di Malaysia dan Indonesia

Sebuah tempat makan yang tak bisa dihindari entah di negara manapun kamu berada adalah fast food. Entah itu McDonalds, Burger King, atau KFC. Karena belum lama ini aku makan KFC di Jakarta, dan kemudian makan KFC di Kuala Lumpur, maka masih teringat seperti apa rasanya dan apa bedanya KFC di kedua tempat tersebut.

Super Besar dan Lunch & Dinner Treats (Classic Meals)

Kali ini aku ingin membahas menu yang sering dipesan orang: paket Super Besar 1 dengan ayam original recipe. Di KFC Malaysia tidak ada paket Super Besar, namun ada paket serupa yang bernama Classic Meals, atau disebut juga Lunch & Dinner Treats pada jam-jam tertentu. Menu paket Set B terdiri dari nasi, ayam, minum, plus salad.

Menu

Paket Super Besar 1 terdiri dari nasi, ayam, dan minuman. Paket Super Besar 2 terdiri dari nasi, dua potong ayam, dan minuman.

Sedangkan paket Lunch & Dinner Treats Set B terdiri dari nasi, ayam, minuman, dan salad. Dan menu serupa yang berisi dua potong ayam yaitu Set D.

Walaupun sama-sama ayam dan sama-sama nasi, tetapi masing-masing mempunyai perbedaan. Apakah itu?

Ayam

KFC Indonesia menawarkan tiga macam ayam: original recipe, crispy, dan hot & crispy. Sedangkan KFC Malaysia hanya menawarkan satu macam saja yakni original recipe.

Walaupun sama-sama original recipe, rasa antara ayam di kedua tempat cukup berbeda. Daging ayam di KFC Indonesia terasa bumbunya lebih menyerap. Sedangkan di KFC Malaysia terasa lebih tawar. Permukaan kulit ayam di KFC Indonesia lebih lembut dibandingkan KFC Malaysia yang lebih krispi.

Nasi

Jika nasi yang disajikan di Indonesia dibungkus dengan kertas dan hanya nasi putih biasa (diberi sedikit garam), lain halnya dengan di KFC Malaysia. Di sana nasi yang disajikan adalah nasi berbumbu, yang rasanya mirip seperti nasi hainam. Dan tidak disajikan dengan bungkus kertas melainkan di dalam mangkuk kertas bertutup.

Tukar nasi dengan kentang

Di KFC Indonesia, paket yang berisi menu nasi bisa ditukar menjadi kentang dengan menambah 5.500 rupiah (setelah pajak).

Pada KFC Malaysia, menu yang serupa dengan kentang ditawarkan dengan nama paket yang berbeda, yaitu Set A dan Set C. Namun, pada kedua paket kentang ini tidak termasuk salad. Bertentangan dengan KFC Indonesia, harga paket dengan kentang justru lebih murah daripada paket dengan nasi, yaitu sekitar 60 sen hingga 1.50 ringgit termasuk pajak (sekitar 2.000 – 5.000 rupiah).

Minuman

Untuk soal minuman sepertinya sama saja. Bila tidak meminta pilihan minuman tertentu, maka minuman yang diberikan adalah Pepsi. Minuman Pepsi ini bisa ditukar dengan mjnuman soda lainnya seperti Mirinda atau 7Up atau air mineral. KFC Malaysia pun sama saja, hanya beda merek, namun sama-sama merupakan produk dari perusahaan Pepsi.

Harga

Awalnya aku kira harga di Kuala Lumpur akan lebih mahal daripada di Jakarta. Ternyata justru malah sebaliknya. Ini karena mereka menawarkan harga khusus pada jam makan siang dan makan malam.

Super Besar 1 dan 2 (original recipe) dibandrol seharga 27.500 dan 40.500 termasuk pajak.

Lunch & Dinner Treats Set B dan D seharga RM9.55 dan 13.35 (sekitar 31.500 dan 44.000 rupiah). Apabila membeli pada jam makan siang atau makan malam, maka harganya menjadi RM7.50 dan 11.90 (25.000 dan 39.000 rupiah).

Sebagai perbandingan, paket Ayam Goreng McD (dua ayam, kentang, dan minum) di McDonalds dijual seharga RM12.90 (42.500 rupiah) atau RM11.10 (36.500 rupiah) pada jam makan siang atau malam. Tetap lebih murah daripada di Indonesia.

Seperti itulah perbedaan yang aku rasakan antara KFC di Indonesia dan di Malaysia. Setelah mencoba KFC, berikutnya mari mencicipi makanan yang lebih khas lokal!