Tulisan ke-100 + 1

Selama delapan tahun blogging dalam bahasa Indonesia, aku telah mencapai tulisan ke-100. Dan ini menjadi tulisan ke 101. Sedikit pencapaian yang bisa dirayakan dengan sepiring ayam goreng!

Lalu?

Tentu saja ini bukan akhir. Tulisan demi tulisan memperlihatkan berbagai aspek dari kehidupan. Pada awalnya blog ini aku tulis untuk menuangkan pemikiran, ketertarikan, dan untuk “update status” sebelum media sosial mengambil alih tren tersebut. Itu membuat tulisan pada blog berkurang drastis. Belakangan aku melihat bahwa tulisan-tulisan pada media sosial cepat sekali tenggelam dalam arus status update yang sangat cepat. Menyadari hal ini, aku mulai berpaling kembali ke blog lama yang aku punya.

Sepanjang perjalanan ini, aku mulai melihat kecenderungan topik-topik yang aku tulis adalah seputar bahasa, programming dan IT, dan Korea. Selama ini aku sering bingung kalau ditanya apa yang aku suka, karena sepertinya aku tertarik pada banyak hal. Tapi dengan membaca topik-topik yang sering aku tulis, boleh dibilang aku tertarik pada hal-hal di atas. Tentu saja ada hal lain yang menarik bagiku, namun karena aku belum terjun untuk menyelami hal-hal tersebut, tak banyak tulisan yang bisa aku ungkapkan.

Karena blog ini merupakan blog pribadi tempat aku menuliskan segala hal yang melintas dalam benakku, blog ini menjadi tidak spesifik. Pembaca yang mampir ke blog ini karena membaca artikel mengenai Tips Memilih Casing HTPC mungkin tak akan tertarik dengan cerita aku melalui masa-masa menyebalkan memanjangkan rambut. Supaya blog ini memiliki manfaat lebih untuk para pembaca, aku pun mulai memilah-milah beberapa tulisan menjadi blog yang membahas topik lebih spesifik.

Saat ini aku membuat dua blog untuk menampung tulisan yang lebih spesifik. Beberapa tulisan pada blog ini pun sudah dialihkan ke blog tersebut.

  • Urban Oasis – Blog mengenai tempat-tempat hijau di tengah kota yang penuh dengan hutan beton.
  • Meramu Koding – Blog berisi tips-tips programming.
  • Ngasa Korea – Blog berisi tulisan seputar pengalamanku tentang budaya, musik, makanan, dan bahasa Korea.

Ke depannya, aku mempertimbangkan blogging sebagai bagian profesi dari karir yang aku tempuh di samping menjadi freelance programmer. Bisakah atau tidak? Siapa yang tahu! Yang terpenting adalah aku akan terus menulis.