Menghapus Foto dan Video dari Facebook

Sebagai kelanjutan dari seri Hidup Sosial Tanpa Media Sosial, aku mencoba untuk menghapus seluruh konten yang “tidak sosial”. Menghapus video, terutama foto, memiliki tantangan sendiri. Foto-foto yang diposting memiliki nilai nostalgia, terutama foto yang berisi komentar. Kalau begitu mengapa dihapus juga? Karena aku mengharapkan kita bisa saling berbagi kisah, termasuk nostalgia, di dunia nyata.

Menghapus Video

Karena aku tidak pernah memposting video, bagian video di Facebook ini hanya berisi video orang yang di tag. Kebanyakan tidak ada hubungannya sehingga aku dengan mudah menghapusnya.

Menghapus Foto

Ternyata menghapus foto-foto lama dari Facebook tidak semudah yang dikira. Foto-foto ini berisi komentar-komentar sehingga memiliki nilai nostalgia. Aku mengalami dilema. Memang sedih rasanya menghapus komentar-komentar dan foto-foto bersama sahabat. Tapi hubungan kita lebih daripada apa yang tertulis di Facebook.

Keesokan harinya menghapus foto-foto berasa lebih mudah. Dengan semangat “aku ada foto-fotonya dan kita bisa hubungi orang-orang yang terekam di dalamnya kapan saja via japri” maka satu per satu album aku hapus tanpa perlu membaca isi komentar.

PS: Aku masih menyimpan foto-fotonya kok. Untuk teman-teman yang mau silakan kabari, nanti aku kirimkan spesial untuk kamu. Atau boleh main kemari, kita bernostalgia bersama!