A Jar of Minds

Collecting thoughts in a container

Man Bun! Melalui Masa-masa Menyebalkan

November 26, 2015 • Bahasa Indonesia, Experiences, Random

“Wah, Jar, jadi gondrong sekarang?”

“Iya.”

“Cukur atuh! udah panjang gitu.”

“Jangan, masih pendek ini!”

Kira-kira begitulah kalau berjumpa lagi dengan teman belakangan ini yang sudah beberapa bulan tidak berjumpa. Ya, rambut aku memang sudah gondrong sekarang. Terakhir kali aku potong rambut adalah saat awal tahun 2015. Dan belum ke salon lagi sejak saat itu. Sudah panjang, tapi belum cukup panjang. Aku sedang memanjangkan rambut untuk bikin man bun.

Gaya rambut cepol pria alias man bun itu bukan soal tren semata, melainkan sebuah perjalanan. Mengapa? Karena rambut pria pada umumnya pendek. Sehingga untuk bisa membuat man bun hal pertama yang harus dilakukan adalah memanjangkan rambut tanpa dicukur. Proses yang cukup lama yang harus ditempuh, sekitar 1-2 tahun sampai panjangnya mencukupi. Jadi, tidak bisa kita datang ke salon lalu ujug-ujug punya rambut panjang dengan model man bun saat keluar (kecuali pakai ekstension).

Setelah rambut menjadi panjang sehingga nampak seperti tidak pernah dicukur (sebenarnya memang tidak sih) tapi masih tidak cukup panjang untuk diikat. Ini adalah fasa yang menyebalkan karena mesti tampil dengan tatanan rambut yang aneh, apalagi kalau ada acara formal atau kegiatan di tempat umum. Fase awkward inilah yang biasanya membuat sebagian orang menyerah dan mencukur rambutnya.

Ditambah lagi besok dan akhir pekan ini aku akan tampil memainkan gayageum, alat musik petik tradisional korea, yang aku pelajari selama tiga bulan terakhir ini bersama beberapa teman di KCC. Kalau biasanya aku pakai topi atau kupluk, maka untuk acara ini aku harus memikirkan alternatif lain. Karena pakaian yang dikenakan nanti adalah hanbok, maka kurang pas rasanya kalau harus pakai kupluk, apalagi pakai topi baseball. Kalau saja rambutnya sudah panjang, maka bisa dibuat gaya rambut ala jaman Joseon, seru kan!? Sayangnya tidak bisa.

Rambut segini bikin canggung.

Rambut segini bikin canggung.

Oke, akhirnya aku mencoba akali dengan menambah sedikit wax supaya rambut yang pendek bisa ditata kebelakang tanpa harus diikat. Kalau begini sudah lumayan tidak aneh kan?