A Jar of Minds

Tutorials, and other (non) techie stuff

Istilah yang Sudah Jarang Terdengar di 2014-an

November 20, 2014 • Bahasa Indonesia, Social

Generasi terus berganti, begitu pula dengan tren dalam ungkapan-ungkapan percakapan. Tentu sudah tidak asing lagi mendengar atau membaca kata galau baik di sosial media maupun percakapan sehari-hari. Tapi adakah yang masih menggunakan kata gundah untuk mengungkapkan makna yang serupa?

Catatan ini berisi istilah-istilah yang umum pada akhir 1990-an dan awal 2000-an namun sudah jarang terdengar di tahun 2014, berdasarkan pengamatan pribadi. Dan, mungkin hanya terbatas di wilayah Bandung–Jakarta, karena Indonesia terdiri dari beragam bahasa daerah yang bisa mempengaruhi tren dalam berbahasa.

kasa (sekarang: kasir)
Kasa adalah tempat pembayaran atau tempat menyimpan hasil penjualan. Sedangkan kasir adalah orang yang bertugas mengurusi pemasukan / pengeluaran uang.

Contoh:
Silakan membayar di kasa 5.

karcis (sekarang: tiket)
Kata karcis merupakan serapan dari bahasa Belanda kaartje. Berhubung saat ini kita lebih banyak berinteraksi dengan bahasa Inggris, maka istilah karcis pun tergantikan oleh istilah tiket yang merupakan serapan dari bahasa Inggris ticket.

Contoh:
Penjualan karcis konser akan dibuka esok hari.

afdruk (sekarang: cetak, print)
Berasal dari bahasa Belanda, kata afdruk biasa digunakan dalam bidang fotografi yang berarti mencetak foto. Istilah umum yang lebih baru adalah cuci foto. Meski demikian, keduanya kini sudah jarang terdengar karena kamera film sudah tergantikan dengan kamera digital.

Contoh:
Hari ini Ayah akan ke Fuji untuk afdruk foto-foto kita waktu ke Dufan.

bete / BT (sekarang: males banget, lagi gak mood)
Kata BT merupakan sebuah singkatan yang memiliki beberapa kepanjangan: bored totally atau bosan total, bad tempered, bad trip atau batal tripping. Secara umum digunakan untuk menyebutkan orang yang sedang cemberut, suram, tersinggung, atau tersadar dari mabuk. Yang terakhir mungkin jarang digunakan oleh ABG karena memang tidak boleh mabuk-mabukan.

Contoh:
Duh BT nih di rumah mulu! Mau jalan-jalan tapi hujan.
Udah jangan digganggu. Lagi BT dia gara-gara diisengin temannya.

EGP (sekarang: terus gue harus bilang waw gitu?)
EGP ini merupakan singkatan dari emang gue pikirin. Biasanya digunakan ketika lawan bicara menyatakan sesuatu namun orang yang diajak berbicara tidak tertarik atau enggan untuk menanggapi.

Contoh:
“Bung film Panji Manusia Milenium sudah mulai tuh!”
“EGP lah yaw!”

masa… bodo (sekarang: so what gitu loh)
Ungkapan ini juga sama seperti EGP, hanya saja orang yang diajak berbicara tidak benar-benar enggan menanggapi, namun lebih karena ingin mengisengi lawan bicara. Orang yang mengungkapkan ini biasanya memberi jeda antara kata masa dan bodo di mana lawan bicara akan terpancing untuk meneruskan sampai mendengar lanjutan kata bodo dan menyadari bahwa orang yang diajak berbicara tidak benar-benar tertarik.

Contoh:
“Kak kemarin aku berhasil tamatin Crash Bandicot.”
“Masa..”
“Iya, sampai hampir tengah malam..”
“Bodo.”

kecengan (sekarang: gebetan)
Kata dasar dari kecengan adalah keceng, yang berarti membidik. Di lingkungan berbahasa Sunda istilah ini masih umum digunakan bukan hanya untuk menyebutkan gebetan tetapi secara literal menyebutkan apapun yang sedang di bidik, misalnya membidik burung dengan bedil.

Contoh:
Kamu kuliah udah ada kecengan belum?

ngeceng (sekarang: naksir)
Jika kecengan adalah objek yang dibidik, ngeceng adalah kegiatan membidik. Dalam pergaulan sehari-hari, ngeceng ini bermakna menaksir lawan jenis.

Contoh:
“Cie, ngelirik-lirik melulu ke sana. Ngeceng si do’i ya?”

rekening (sekarang: tagihan)
Istilah rekening ini tentu tidak asing lagi di telinga kita. Rekening ini berasal dari bahasa Belanda dan memiliki beberapa arti. Salah satu arti kata rekening adalah tagihan. Dan kata rekening untuk menyatakan tagihan nampaknya sudah jarang lagi digunakan.

Contoh:
“Tunggu sebentar ya dek, Ibu mau bayar rekening listrik dulu.”

brekele
Pelesetan dari kata brokoli. Kata brekele dipakai untuk menyebutkan rambut afro, atau apapun yang nampak keriting. Jika ingin tahu seperti apa rasanya punya rambut brekele, silakan cari Edi Brokoli.

Contoh:
Tulisan brekele gitu, lebih brekele daripada rambut lo!

jayus (sekarang: krik)
Dipakai untuk menyebutkan orang yang melucu tapi tidak lucu. Terkadang masih digunakan hingga saat ini.

Contoh:
“Bebek apa yang jalannya selalu muter ke kiri terus?”
“Hmm apa ya?”
“Bebek dikunci stang.”
“Jayus banget sih!”