A Jar of Minds

Collecting thoughts in a container

Home Theater PC

May 11, 2013 • Bahasa Indonesia, Entertainment

Setelah bertahun-tahun mendambakan sebuah Home Theater PC (HTPC) yang terkendala oleh ketersediaan spare parts di Indonesia, akhirnya proyek HTPC ini berhasil direalisasikan.

Pertimbanganku dalam membangun sebuah HTPC yaitu:

  • Small factor. Ukuran case HTPC harus kecil dan muat ditaruh di rak televisi. Mini-ITX menjadi pilihan utama.
  • Low noise. Kipas merupakan penyebab kebisingan yang utama.
  • Good performance. Harus bisa memutar video HD tanpa lag.
  • Affordable. Yang satu ini tentu tidak bisa diabaikan.

Oke, dari semua pertimbangan di atas, aku berhasil merakit sebuah HTPC dengan budget 3 juta-an (tidak termasuk TV). Setelah dua tahun sejak pertama kali merakit, ada beberapa komponen yang berubah, seperti remote controller dan harddisk bekas laptop, dan hasilnya cukup memuaskan. Berikut ini konfigurasinya:

  1. Casing Dazumba DI-100 380W (Mini-ITX)
  2. Processor Intel G2010 3M Cache 2.8GHz (Socket 1155 Ivy Bridge)
  3. Motherboard MSI B75IA-E33 (Mini-ITX Socket 1155)
  4. RAM Apotop 2GB PC10600
  5. Harddisk Seagate 7200RPM Sata3 (3TB 3.5″ HDD)
    + Transcend SATA III SSD370 128GB (2.5″ SSD)
    + Silverstone 2x 2.5″ to 3.5″ Bracket
  6. Blu-ray Combo Asus Bluray Combo
  7. Remote Controller MX3 2.4GHz Air Mouse Mini Keyboard (beli di eBay)
  8. OS Kodibuntu 15.0 Isengard (sebelumnya bernama XBMCbuntu)

Seluruh perangkat di atas aku beli dari toko RakitOnline by SIMbrothers di Mangga Dua Mall. Berbelanja di toko ini merupakan salah satu pengalaman terbaik belanja di Mangga Dua mall karena pelayanannya yang ramah, harga yang bersaing dan bergaransi 1 tahun. Tidak perlu khawatir jika Anda tinggal di luar Jakarta karena toko ini juga punya online shop yang professional-looking di www.rakitonline.com.

Casing Dazumba DI-100 berukuran cukup kecil yakni 410 x 290 x 95 mm sehingga cukup untuk ditaruh di rak TV. Dari segi suara, HTPC ini tidak berisik karena hanya terdapat dua buah kipas, yakni kipas processor dan kipas power supply saja. Akan lebih bagus lagi jika bisa mendapatkan power supply yang low noise, serta mengganti kipas processor dengan produk aftermarket yang juga low noise.

Selain Dazumba DI-100, coba juga casing iBOS LP5. Casing ini memiliki ukuran hampir sama dengan Dazumba DI-100, namun memiliki slot harddisk 3.5″ dan 2.5″ sekaligus sehingga cocok untuk kombinasi SSD+HDD. Pada Dazumba DI-100 aku harus memodifikasi braket agar bisa memasang tambahan SSD.

Processor yang berbasis Ivy Bridge ini kabarnya memiliki performa grafis yang lebih baik dibandingkan generasi pendahulunya, Sandy Bridge, sehingga boleh jadi pilihan dalam membangun HTPC. Tidak lupa motherboard-nya pun menggunakan chipset B75 yang mendukung Ivy Bridge. Untuk sambungan ke televisi pun tidak masalah, VGA, DVI, bahkan HDMI pun bisa.

Saat ini processor Intel sudah mengeluarkan generasi terbarunya, Haswell Refresh (socket 2011). Jika baru akan merakit HTPC, ada baiknya memilih generasi terbaru, karena grafis yang lebih baik, menggunakan daya listrik lebih rendah sehingga suhu lebih rendah dan fan lebih tidak berisik.

Menggunakan SSD untuk menyimpan OS membuat proses boot sistem menjadi sangat cepat, sehingga HTPC bisa segera digunakan kurang dari 10 detik sejak menekan tombol power. Masalahnya SSD ini masih sangat mahal, padahal untuk HTPC kita memerlukan kapasitas yang besar untuk menyimpan koleksi film HD. Berhubung casing Dazumba DI-100 hanya memiliki 1 slot 3.5″, maka solusinya adalah dengan menggunakan HDD 2.5″ yang dipasang memakai bracket Silverstone yang bisa menampung dua HDD 2.5″ dalam satu slot 3.5″.

Dengan Kodibuntu (sebelumnya bernama XBMCbuntu) sebagai sistem operasinya, kita bisa menonton DVD, VCD, Video, memutar Audio CD, musik, menyimpan foto-foto, melihat cuaca, berita, bahkan bermain game!

Untuk multimedia remote controller, memang agak sulit menemukan toko yang menjual barang ini, karena kurang umum di Indonesia. Jika mencari di toko, bisa tanyakan apakah menyediakan “remote MCE”. Remote untuk Windows Media Center Edition ini biasanya bisa berfungsi dengan baik di Kodi. RakitOnline sempat menjual remote generik yang seperti ini.

Jika memiliki Paypal atau kartu kredit, bisa mencari remote controller di eBay. Ada beberapa penjual yang memberikan gratis ongkos kirim, dan harga barangnya juga tidak mahal. Remote MX3 2.4GHz Air Mouse cukup populer di forum Kodi.tv karena menggunakan teknologi radio 2.4GHz bukan infrared, serta memiliki keyboard QWERTY dan gyro sensor (seperti Wii Remote). Hanya saja gyro sensor ini selalu aktif saat remote menyala, sehingga remote selalu dimulai dengan mode mouse, padahal program HTPC tidak begitu memerlukan mouse. Akibatnya ini cukup mengganggu. Untuk mengatasinya, kita bisa menambahkan sedikit konfigurasi mapping tombol pada Kodi untuk menonaktifkan mouse, dan mengubah klik kiri menjadi [OK], dan klik kanan menjadi [Cancel]. Aku akan tulis posting mengenai ini di saat mendatang.

Update 2015.04.26: Tulisan ini pertama kali di-posting pada tahun 2013. Setelah dua tahun berlalu, kini telah ada sedikit perubahan terhadap HTPC yang aku punya.

Update 2016.01.25: Dengan masuknya tren video HD, harddisk berukuran 1TB sudah tidak cukup lagi. Jadi aku upgrade harddisk sehingga spesifikasi di atas sudah berubah untuk kedua kalinya.