A Jar of Minds

Tutorials, and other (non) techie stuff

Seberapa “Berat”-kah Bobot Skripsi Anda?

November 1, 2011 • Bahasa Indonesia, Study

Kita tahu bahwa skripsi yang dibuat oleh mahasiswa di universitas-universitas sangat beragam baik dari segi topik dan isinya maupun bobotnya. Untuk topik tentu bisa segera diketahui dengan membaca judul dan pengantarnya. Tapi bagaimana cara mengetahui bobot dari skripsi tersebut? Berikut ini adalah salah satu caranya.

Tunggu dulu, bobot yang dimaksud dalam tulisan ini adalah bobot dengan makna tersurat. Jadi bukan mengenai kedalaman pembahasan isinya, tapi bobot yang sama artinya seperti menimbang bobot badan Anda. Atau dengan istilah fisikanya, berapakah massa dari skripsi tersebut?

Apabila merujuk pada aturan format penulisan skripsi di Binus, kertas yang digunakan adalah Quarto (Letter) 80 g/m2. Nah, dari jenis kertas ini sudah dapat diukur bobotnya. 80 g/m2 berarti dalam satu meter persegi (1m × 1m) massanya adalah 80 gram. Jadi untuk kertas Quarto yang berukuran 216 × 279 mm, massa per lembarnya adalah:

(0.216 × 0.279) × 80 = 4.82112 gram / lembar

Misalkan skripsi softcover terdiri dari 500 halaman, maka total massanya menjadi:

500 × 4.82112 = 2410.56 gram = 2.4 kg

Tentu saja nilai di atas hanya perkiraan, karena pada kenyataannya masih ada hal-hal lain yang mempengaruhi, seperti massa tinta dan sampul.

Jika Anda kurang terampil dalam hitung-menghitung, masih ada satu cara lain yang sangat mudah untuk mengetahui bobot skripsi. Mudah saja, cukup ambil satu jilid skripsi dan taruh di atas timbangan sayur. Selesai.

{LANG:ID}