Estafet Jari

Baru saja aku pulang dari Pluit. Sepanjang perjalanan aku memikirkan sebuah permainan sederhana untuk dimainkan berkelompok. Hari sudah malam, lampu menerangi jalan, dan berikut inilah gambaran permainan yang terpikirkan.

Jumlah pemain: 5 – 20 orang

Alat bantu: 
Kertas dan alat tulis

Persiapan:
Siapkan secarik kertas kecil (DHI 3×3 cm sudah mencukupi) sebanyak jumlah pemain.

Deskripsi permainan:
Setiap pemain diminta membentuk sebuah lingkaran. Setelah terbentuk lingkaran, masing-masing diberikan secarik kertas dan diminta untuk memikirkan dan menuliskan sebuah bilangan bulat dari 1 sampai 5. Pemain dilarang untuk menyebutkan atau memperlihatkan bilangan tersebut kepada pemain lainnya. Kemudian kertas tersebut dikumpulkan dan disimpan.

Seluruh pemain diminta bergandengan tangan dan menutup mata. Pemain akan terus menutup mata selama permainan berlangsung.

Pada putaran pertama, saat host memberi aba-aba, pemain menaruh jari tangan kanan sebanyak bilangan yang dipikirkan oleh pemain tersebut di telapak tangan kiri orang yang di sebelah kanannya. Demikian pula dengan pemain lainnya, sehingga tiap pemain juga akan mendapati jemari tangan temannya di telapak tangan kirinya. Kemudian pemain menghitung berapa jari yang diletakkan di tangan kirinya, dan menambahkan jumlah tersebut dengan bilangan yang telah dipikirkan sebelumnya.

Misalnya, A memikirkan bilangan 3. A menaruh tiga jari tangan kanannya di telapak tangan B yang berdiri di sebelah kanannya. Z yang berada di sisi kirinya pun berbuat hal yang sama kepada A. Ketika A menghitung jari yang ditaruh Z di tangannya, ternyata jumlahnya adalah 2. Maka A menjumlahkan 2 dengan bilangannya 3 menjadi 5.

Berikutnya, bila host memberi aba-aba lagi, setiap pemain menyampaikan jumlah jari yang dirasakan oleh tangan kirinya, kepada teman yang di kanannya dengan cara yang sama seperti putaran pertama. Artinya, setiap pemain akan menerima kembali sejumlah jari yang baru di telapak tangan kirinya. Jumlah jari tersebut dihitung dan ditambahkan dengan jumlah yang terakhir dihitung.

Misalnya, A menyampaikan bilangan 2 yang diterima dari Z kepada B dengan menaruh dua jarinya. Penyampaian jumlah jari dilakukan bersama-sama setelah mendengar aba-aba. Lantas A merasakan Z hanya menaruh telunjuknya saja di tangan A. Berarti A menambahkan bilangan 1 dengan jumlah terakhir yang telah dihitungnya 5 menjadi 6.

Demikian putaran tersebut dilakukan berulang-ulang sebanyak n-1 kali, dimana n adalah jumlah pemain. Jadi apabila ada 8 orang yang bermain, berarti akan dilakukan 7 kali putaran atau penyampaian jari.

Setelah putaran terakhir selesai, para pemain boleh membuka matanya. Jumlah yang telah dihitung oleh masing-masing pemain mungkin saja berbeda dan salah karena kesalahan menghitung atau kesalahan dalam mengenali dan menyampaikan kembali sentuhan jari. Oleh sebab itu semua pemain yang terlibat berdiskusi untuk memutuskan berapa jumlah yang sebenarnya. Hanya boleh ada satu jawaban yang merupakan kesepakatan bersama untuk disebutkan kepada host. Perlu diingatkan bahwa selama berdiskusi pun tidak ada satupun pemain yang boleh memberitahukan berapa bilangan yang dituliskannya di kertas.

Angka-angka yang tertera di kertas dihitung dan dijumlahkan. Apabila jumlahnya sesuai dengan jawaban dari pemain, maka seluruh pemain memenangkan permainan. Tetapi jika berbeda, maka seluruh pemain kalah.

Makna Permainan:

  • Melatih konsentrasi dan daya ingat dengan aktivitas mengenali, menghitung, mengingat, dan menyampaikan kembali bilangan-bilangan yang dilakukan secara paralel
  • Melatih kejujuran
  • Melatih kekompakan dalam membuat keputusan bersama
  • Menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab kebersamaan dalam tim, bahwa hal yang terjadi dalam tim, dirasakan dan ditanggung oleh seluruh anggota
{LANG:ID} {CAT:IDEAS}