A Jar of Minds

Tutorials, and other (non) techie stuff

Windows’ Junction Point a.k.a “Symbolic Link”

July 4, 2010 • Bahasa Indonesia, Programming

Ada yang pernah denger Windows Junction Point?

“Wah belom om, kalau Pluit Junction tau saia.. Riau Junction juga.. tapi kalo yang satu itu sih baru denger..”

Wah bukan2.. Junction Point disini itu bukan mall, bukan plaza, bukan juga tempat jalan2 ato tempat belanja. Tapi ini fitur dari Windows.

“Hah? Fitur jendela om? Emang buat apa junction point itu? Buat ngunci jendela otomatis gitu? ato buat anti maling barangkali?”

Aduh2, bukan jendela yang itu.. tapi jendela yang di komputer loh..

*Udah ah intronya garing* Langsung aja to the topic.

Apa itu Symbolic Link?

Bagi yang biasa berkecipung di dunia Linux atau Mac mungkin sudah tak asing lagi sama yang namanya Symbolic Link. Ya itu untuk membuat file atau direktori/folder yang terhubung ke file atau direktori/folder lain. Kalau di Windows biasa kita kenal dengan istilah “Shortcut”.

Tapi tunggu dulu, Symbolic Link itu berbeda dengan Shortcut (.lnk) biasa. Keuntungan Symbolic Link dibanding Shortcut yaitu bahwa dengan symbolic link kita bisa membuat direktori yang secara transparan terhubung ke direktori lain, sehingga isinya terlihat sama. Transparan maksudnya file symbolic link tersebut akan terlihat seperti file atau direktori biasa.

Misalnya, kita menyimpan file-file gambar kita di “D:Pictures”. Sedangkan kita tahu direktori default untuk gambar alias My Pictures ada di “C:Documents and SettingsNamaUserMy DocumentsMy Pictures” (untuk Windows XP). Nah kita bisa membuat direktori My Pictures tersebut menjadi symbolic link ke “D:Pictures” sehingga isi dari direktori My Pictures tadi tidak lain dan tidak bukan adalah sama dengan “D:Pictures”.

Windows menyebutnya sebagai Junction Point. Fitur Junction Point ini dapat digunakan pada sistem NTFS pada Windows 2000 dan XP. Sedangkan Vista sudah memiliki fitur Symbolic Link yang menggantikan Junction Point dimana link bisa mengacu ke lokasi remote, bukan hanya ke direktori lokal[1].

Kita dapat mengetahui apakah sebuah direktori merupakan direktori atau junction point dengan perintah dir.

Sayangnya, Windows tidak dipaketkan dengan program untuk membuat junction point ini, sehingga harus membeli Win2K Resource Kit terlebih dahulu. Alternatifnya, Mark Russinovich membuatkan program sejenis untuk membuat junction point[2] tersebut yang dapat diunduh di sini.

Menggunakan Junction v1.05 dari Mark Russinovich

Membuat Junction Point

Untuk membuat junction point dari “C:Documents and SettingsUserNameMy DocumentsMy Pictures” ke “D:Pictures”.

  1. Buat direktori “C:Documents and SettingsUserNameMy DocumentsMy Pictures” jika belum ada.

    md "C:Documents and SettingsUserNameMy DocumentsMy Pictures"

  2. Pastikan direktori yang akan dijadikan junction point kosong.
  3. Buat junction point.

    junction "C:Documents and SettingsUserNameMy DocumentsMy Pictures" "D:Pictures"

Menghapus Junction Point

Untuk menghapus, gunakan -d.
junction -d "C:Documents and SettingsUserNameMy DocumentsMy Pictures"

Referensi:

1. http://en.wikipedia.org/wiki/NTFS_junction_point

2. http://technet.microsoft.com/id-id/sysinternals/bb896768%28en-us%29.aspx
http://en.wikipedia.org/wiki/NTFS_symbolic_link